IPNU sebagai penggerak dakwah millenial

IPNU Sebagai Penggerak Dakwah Millennial

Pengguna internet di Indonesia tercatat mengalami peningkatan sejak tahun 2018. Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,12 persen sampai tahun 2019 ini denga total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet.

Penggunaan internet ini didominasi oleh kaum yang biasa disebut generasi millennial, generasi millennial ini adalah mereka atau kelompok orsng yang lahir pada era 80-90an. Disebut dengan generasi millennial karena pada periode ini mereka sangat dipengaruhi dengan perkembangan teknologi terutama teknologi informasi dengan penyebaran internet yang sangat pesat mempengaruhi munculnya smartphone yang digunakan sebagai media penyebar informasi lewat jejaring social atau media social.

Tentunya kemajuan tersebut memiliki dampak positif serta negative, tergantung siapa yang menggunakan dan tujuan digunakan. Lantas dimana disposisi IPNU sekarang menanggapi perkembangan social budaya ini.?

Pada periode ini, isu radikalismes serta paham-paham aliran kanan hangat dibicarakan, tujuan kelompok itu jelas ingin mengganti ideology bangsa dengan system yang mereka sebut khilafah. Bukan tanpa sebab, penyebaran mereka memang sudah terkordinir rapi sejak lama dengan memasuki system pendidikan, social masyarakat dan sebagainya yang ditopang dengan pemanfaatan media yang dirasa sangat kuat.

IPNU sebagai organisasi keagamaan yang menganut paham ahlussunah waljamaah an-nahdliyah dibawah naungan Nahdlatul Ulama sudah sepatutnya menjadi garda terdepan dalam menangkal paham tersebut untuk menjaga kedaulatan bangsa dan Negara dengan cara memberikan pemahaman yang tidak bertolak belakang dengan ideoligi negara.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfatkan media social sebagai media dakwah dengan pola yang lebih kreatif, inovatif, menarik dan tentunya asyik bagi mereka yang cenderung lebih aktif dimedia. Pola-pola pengkaderan semacam itu dirasa dapat mengimbangi pola hidup generasi millennial yang tidak bisa lepas dengan gadget.

Ini tantangan yang harus dijawab dan dilakukan IPNU penggerak dakwah millennial khususnya bidang kaderisasi dalam menjaring kader dan memberi pemahaman yang benar tentunya dengan memiliki bekal yang cukup karena generasi sekarang cenderung lebih kritis dan terbuka.

Inovasi di Era Teknologi Informasi

Sebagai generasi yang dilahirkan pada era teknologi seperti sekarang, IPNU harus bisa menempatkan diri dan memaksimalkan potensi yang ada khususnya dalam memanfaatkan teknologi guna menangkal paham-paham tersebut. Kegiatan yang dilakukan harus mempunya inovasi lebih baik dari praktik-praktif lama yang sudah berjalan.

Bagikan ke Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *