HASIL REKOMENDASI MUNAS BEM PTNU KE VI

A. KOMISI I (Strategi pengembangan BEM PTNU jangka panjang)

Berdasarkan hasil hasil rekomendasi komisi I yang telah disepakati dari keseluruhan anggota BEM PTNU yang memiliki sifat lebih kepada internal BEM PTNU SE NUSANTARA yang meliputi keseluruhan zonasi baik ditingkatan wilayah, daerah, maupun kampus yang dibawah naungan LPNUSebagai berikut:

  1. Harus ada regenerasi yang jelas dalam kepengurusan BEM PTNU
  2. Menganjurkan mensosialisasikan pengurus berikutnya di masing masing kampus untuk mengenalkan BEM PTNU, serta memohon kepada presidium nasional dimasing masing zonasinya untuk membuatkan legalitas berbentuk sertifikat yang bisa sebagai acuan keikutsertaan BEM setempat dalam aliansi BEM PTNU.
  3. Adanya pembahasan fungsionalisasi pengurus bem ptnu dengan melakukan rapat koordinasi di masing masing wilayah untuk memperjelas jalur koordinasi serta progres kedepan dengan sisa waktu masa periodesasi.
  4. Pembahasan atau tuntutan ADART dan PO  beserta arahan arahan BEM PTNU kedepan yang harus dibahas dalam forum nasional yaitu pra kongres yang dilakukan antara bulan maret sampai mei 2020.
  5. Pembentukan strukturalisasi yang menginduk dengan istilah BAPERNAS (badan pengurus Nasional) yang terdiri dari ketua umum Pengurus besar (PB) sekretaris umum, bendahara umum, dan perangkat yang dibutuhkan didalam kepengurusan pusat BEM PTNU se NUSANTARA.
  6. Melebarkan sayap dan  jaringan dalam keanggotaan  dengan membentukKartu tanda keanggotaan dan data base diseluruh nasional untuk pendektesian dalam semua aspek perjuangan dan jejaring yang di setiap masing masing baik individu maupun instansi.

B. KOMISI II ( Alur kongres BEM PTNU ke VI)

Berdasarkan hasil hasil rekomendasi komisi II yang telah disepakati dari keseluruhan anggota BEM PTNU yang memiliki sifat lebih kepada internal BEM PTNU SE NUSANTARA yang meliputi keseluruhan zonasi baik ditingkatan wilayah, daerah, maupun kampus yang dibawah naungan LPNU Sebagai berikut:

  1. Waktu Pelaksanaan Kongres BEM PTNU VII diselenggarakan pada bulan Oktober tahun 2020
  2. Tempat Pelaksanaan: Ada 13 Nama Kampus yang mengajukan untuk menjadi tuan rumah pada Kongres VII BEM PTNU Se-Nusantara dan akan ditindaklanjuti sekurang-kurangnya 2×310 jam, dimulai sejak tertanggal 24 Desember 2019 setelah penutupan Munas BEM PTNU VI di Cirebon. Yang hasilnya akan dipertimbangkan oleh Presnas dan Jubirnas dalam menentukan seluruh kualifikasi khusus yang telah ditetapkan.
  3. Kesiapan Calon Tuan Rumah Kongres BEM PTNU VII, sesuai kesepakatan forum harus memiliki sekurang-kurangnya dari 50% kesiapan baik secara infrastruktur dan materil.

C. Komisi III (Rekomendasi)

Eksternal

  • Mendesak Presiden untuk segera memecat KAPOLRI yang tidak sesuai dengan janjinya untuk menyelesaikan kasus HAM.
  • Mendesak Mentri Kelautan dan Ekonomi untuk tidak mecabut larangan ekspor bibit lobster.
  • Mendesak pemerintah untuk mempermudah ekspor kelapa sawit
  • Mendesak KEMENAKER untuk menghapus system outshourching (kontrak kerja)
  • Mengawal CSR disetiap masing-masing perusahaan dalam suksesi kesejahteraan sosial kemasyarakatan.
  • Mempertegas kementrian Agama dalam pemgawalan anggaran terhadap kesejahteraan guru ngaji disemua tingakatan.
  • Mendesak seluruh kementrian untuk tegas dan lugas dalam mengidentifikasi peagawai atau karyawan yang terpapar faham-faham intoleran dan radikalisme.
  • Meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer, serta objektif didalam menyeleksi calon CPNS yang melakukan pendaftaran.
  • Memberikan peringatan terhadap KPI untuk membatasi program televisi yang tidak mendidik.
  • Meminta kemendikbud untuk mengembalikan mata pelajaran pendidikan Pancasila pada kurikulum.

Internal

  • Mengadakan Sekolah Advokasi yang mengikutsertakan seluruh kampus NU se-Indonesia
  • Memohon kepada PBNU agar memberikan intruksi kepada seluruh pondok pesantren untuk mensosialisasiakan UU Pesantren dan  berekspansi keluar untuk berdakwah dimedia sosial dan daerah-daerah terpencil di Indonesia.
  • Meminta kepada LPTNU untuk mengkonsolidasikan kepada rektor PTNU untuk mengirim mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di desa-desa minoritas.  
  • Meminta PBNU untuk melakukan kerjasama pada pemerintah terkait dalam memperhatikan sarana dan prasarana kampus PTNU.
  • Memohon kepada LPTNU untuk meninjau kembali serta mengevaluasi kinerja kemenag dan kemendikbud dalam pelayanan dan kualitas pendidikan islam di Indonesia.
  • Memohon PBNU untuk mengadakan study banding mahasiswa PTNU di lintas Negara.
  • Meminta LPTNU untuk menerapkan sistem digitalisasi dalam sistem disetiap PTNU di Indonesia.

Dari hasil-hasil rekomendasi diatas akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan hasil musyawarah nasional BEM PTNU VI, kepada pihak-pihak terkait. Demikian hasil rekomendasi ini kami buat, bila ada kekeliruan akan kami tinjau kembali.


Wallahul Muwafiq ilaa Aqwamiththarieq Wassalamualaikum WR WB.

Cirebon, 24 Desember 2019

Presnas JabarPresnas Jateng-DIYPresnas Jatim-NTB
Dhohir Ananda, S.H.Adam Syaroni,S. Ag.Umar Sahid, S.Pt.

Presnas JakartaPresnas SumateraJubirnas
Wiwik Rabiatul AdawiyahM. Hasbi, S.Pd.M. Aqil Azizi, S.sos.

Download > TOR PESERTA MUNAS VI BEM PTNU

Bagikan ke Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *